Menyisipkan Gambar Dalam Tulisan Blog

Kita pasti sering menyisipkan gambar dalam tulisan-tulisan yang kita terbitkan. Tujuannya bermacam-macam, mulai dari kebutuhan penggunaan gambar untuk mendukung informasi hingga sekedar iseng untuk mempercantik tampilan artikel.

Saya sendiri juga cukup sering menggunakan konten gambar untuk mendukung konten teks. Menambahkan gambar memang tidak sukar. Hanya saja, saya pikir sebaiknya kita tidak sembarangan dalam melakukannya. Berikut ini sedikit tips yang merupakan pertimbangan saya dalam menyisipkan gambar pada konten.

Gunakan Gambar-gambar Yang Relevan dengan Tulisan.

Perlu diingat, kebanyakan pengunjung memindai baru membaca. Hampir bisa dipastikan, gambar adalah obyek pertama yang dipindai. Jadi, penggunaan gambar yang tepat bisa jadi lebih efektif daripada judul yang baik.

Jangan menggunakan gambar yang tidak relevan dengan isi tulisan. Obyek-obyek tersebut merupakan distraksi, mengganggu proses membaca. Pikirkan juga pemborosan bandwith.

Gunakan Gambar Yang Berkualitas

Oh yeah! Pertama, jangan menggunakan gambar-gambar berwatermark dari stock images โ€” seperti istockphoto misalnya. Saya pernah menjumpai hal tersebut pada beberapa blog yang membahas tentang profesionalisme blogging. Terkesan lucu jadinya.

Kedua, jangan menggunakan gambar “generik” meskipun gambar itu bagus. Kita pasti sering menjumpai gambar/foto orang berpakaian rapi seperti bisnismen tersenyum, bersalaman, menyanding laptop dan semacamnya. Gambar-gambar seperti itulah yang saya sebut dengan gambar generik. Bisa dipastikan gambar tersebut netral meskipun tidak relevan dengan tulisan. Hanya sebatas dekorasi dan hampir tidak diperhatikan, yang berarti pemborosan bandwith.

Contoh di bawah ini adalah yang saya maksud dengan gambar “generik” โ€” dan juga berwatermark โ€” dari salah satu situs stock image.

Kita bisa “berusaha” lebih keras dengan mencari gambar-gambar yang unik. Yeah, masih banyak yang bisa digunakan selain gambar-gambar seperti di atas. Cara lain adalah degan membuat konten gambar sendiri atau membeli dari stock images.

Perhatikan Ukuran

Ukuran gambar sangat penting untuk diperhatikan. Tidak hanya panjang dan lebarnya saja, tetapi mencakup kualitas piksel pada gambar tersebut. Perhatikan, sebuah gambar bitmap (bukan vektor) pasti terlihat buruk saat ukurannya diperbesar. Gunakan gambar berukuran besar jika memang dibutuhkan. Yang perlu diingat, gambar besar berarti waktu muat lebih lama.

Contoh penerapan resizing gambar yang tidak baik.

Perhatikan juga letak gambar, apakah melayang (float) kanan, kiri, atau di tengah. Perhatikan negative space antara gambar dengan tulisan. Jika anda memahami penerapan grid system pada paragraf akan lebih baik lagi.

Simpulan

Gambar-gambar pada posting blog adalah konten. Gambar bisa berfungsi sebagai pendukung penyampaian informasi selain sekedar dekorasi atau tempat break saat membaca.

About these ads

30 responses to “Menyisipkan Gambar Dalam Tulisan Blog

  1. wah trik yg bagus sob..mantaff neh..thx

    • Sebenarnya ini bukan sekedar trik, tetapi sudah menjurus pada teknik arsitektur informasi. Tujuannya untuk kelancaran alur penyampaian informasi.

  2. Memang hal ini sepele tetapi penting untuk diperhatikan..
    Blog saya juga termasuk yang imagenya lumayan banyak.. Jadi saya membatasi penggunaan gambar tiap postnya.. Jika memang perlu menggunakan beberapa gambar, yang lain saya ambil langsung dari blog lain dengan tetap melampirkan sumber gambarnya,,
    Nice tips mas Ardianzz

    • Sebenarnya tidak terlalu sepele. Gambar lebih mudah dipindai daripada tulisan. Penggunaan gambar yang tepat bisa jadi lebih efektif daripada sekedar menggunakan judul yang bagus. Contoh kongkretnya bisa kita saksikan pada situs online store yang menggunakan gambar-gambar — produk — berukuran cukup besar, berkualitas tinggi, dan tidak lupa dengan penataan layout yang baik.

  3. yang pasti sih sebagai bogger beretika, kita juga harus menampilkan sumbernya :)

    saya sebenarnya lebih suka membuat photo story dibanding tulisan, tapi berhubung di Indonesia belum banyak yang bisa menikmati bandwidth kenceng, ini bisa bikin ilfil :p

    • Hehe, kita lihat saja lisensinya. Beberapa gambar di Internet boleh ditampilkan tanpa sumber, diedit, atau digunakan secara komersial. :)

      Sayapun lebih menyukai konsep photo story, lebih mudah dipindai dan dibaca cepat. Mudah dipahami, usable. Kalau masalah bandwith, saya angkat tangan. :P

  4. ‘white space’ tdk berlaku dalam blogging :mrgreen:

    • Saya kurang paham maksudnya. :)
      Menurut saya, proporsi white space berpengaruh pada tingkat keterpindaian dan keterbacaan konten. Secara langsung memberikan kontribusi pada proses penyampaian informasi.

  5. saya malah kadang sengaja pasang gambar bahkan judul yang berlainan dengan isi artikel, ini sekedar ngetes pada blogger2 pembaca cepat, karena kebanyakan yg blogwalking tidak membaca posting secara keseluruhan, jadi kadang lucu saja antara isi artikel dan komen yang dikasih bener2 gak nyambung :lol:

    oya kayaknya saya gak pernah lho masang gambar dari stock image seperti istockphoto, kalo dari sumber lain pernah.. tapi sebisa mungkin gambar2 milik pribadi, ini juga berkaitan dengan etika kopi paste..
    gitu kali ya bro.. :)

    • Haha, yang penting asyik bro…

      Sebearnya memasang gambar dari stock image tidak apa-apa. yang bikin illfil adalah penggunaan gambar berwatermark — seperti contoh di atas — nggak keren sama sekali. Kelihatan kalau kurang kreativitas. :)

  6. Denuzz juga sering banget sisipin gambar di dalam postingan…
    Tapi keseringan poto sendiri sih… hehe
    Narziz dikit… :D

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  7. saya juga kurang suka sama postingan di blog yang pake gambar generik. biasanya sih blog-blog yang berniche online business seringkali pake gambar seperti ini. mungkin tujuannya untuk menarik pembaca. tapi menurut saya, penyisipan gambarnya terasa dipaksakan.

    tapi sebenernya sih itu hak blogger untuk masang gambar apa saja. cuma pendapat aja.

    • Yup, saya juga sering menjumpainya pada blog-blog semacam itu. Terutama pada blog bisnis online kelas “amatir” hehe…

      mengacu pada hasil studi eyetracking Jacob Nielsen, bahwa gambar-gambar manusia “generik” tersebut bukanlah hal yang menarik. Boleh dikatakan hampir semua responden tidak mempedulikan “keberadaan” gambar-gambar tersebut. Yeah, sekedar untuk meyakinkan saja bagi mereka yang masih “keras kepala”… :)

  8. Akhirnya mendarat juga di blog baru ini. Selamat dulu. Semoga blog ini bisa lebih eksis deh.

    Mengenai gambar, saya cukup sering menemukan yang keberadaannya terkesan mubazir, padahal gambarnya sesuai konteks/topik. Rata-rata itu karena ukurannya yang kecil sehingga malah tidak jelas detailnya. Mungkin yang punya blog khawatir kalo pakai gambar besar, maka loading akan jadi lambat.

    Saya kira pemikiran itu tidak sepenuhnya bisa dijadikan alasan. Gambar besar tentunya lebih bisa memperjelas detail-detail yang bisa jadi sangat dibutuhkan oleh pembaca (misalkan saja posting tentang tutorial yang pakai screenshot).

    Oya, teknik cropping juga memainkan peran penting untuk mendukung kualitas gambar akhir yang diperoleh. Kita sebaiknya memotong bagian yang kurang dibutuhkan dan lebih menonjolkan area yang lebih penting pada gambar yang akan dipotong.

    Banyak saya temukan gambar yang terlalu boros (tidak dicropping). Misalnya berupa screenshot utuh dari sebuah halaman web. Padahal yang mau ditonjolkan cuma bagian tertentu dari halaman web itu.

  9. Ups, baru nyadar, ternyata blog ini bukan blog baru :P

  10. Iya, kalau mau naruh gambar itu sebaiknya dilihat juga unsur keindahannya dan kesesuainnya. jangan besar-besar, juga jangan kecil2.. pasang yang pas aja.. hehe.. :)

  11. Asalnya saya beranggapan bahwa setiap posting artikel harus disertai dengan gambar. Tapi setelah baca hasil studi Jakob Nielsen ternyata gambar malah mengganggu.

  12. Mas Ardian, yang dimaksud gambar generik bisa diperjelas lagi diskripsinya? Dan bisa diberi contoh kasus pada artikelnya. Soalnya saya cenderung lebih suka masang gambar yang didalamnya ada unsur gambar-gambar manusianya. Katanya itu lebih humanis menurut pakar IM. Tujuannya, untuk mengimbangi barisan teks di blog yang dingin dan kaku. :)

    Ah, saya baru tahu blog ini. Selama ini hanya tahu yang self hosting yang ada di dot com itu saja.

    • Saya memang berniat untuk memindahkan aktivitas blogging disini Pak Joko. :)

      Yang saya maksud dengan gambar manusia “generik” — yeah, ini adalah murni opini pribadi saja — adalah gambar-gambar yang sudah “sangat umum” digunakan, tidak memiliki arti khusus, netral, kurang lebihnya seperti contoh di atas.

      Kita sering menjumpai penggunaan gambar manusia “generik” berupa orang berpakaian rapi, tersenyum, bersalaman, tampang serius bekerja, dan semacamnya. Bukan masalah, tetapi mengacu pada hasil studi eyetracking-nya Jacob Nielsen, hasilnya: “In contrast, users ignore stock photos of ‘generic people’…”

  13. kalau ga salah ada aturan pemakaian foto bebas, contohnya foto-foto di wikipedia

    kalau ga salah ini berhubungan dgn ukuran foto yg boleh dipakai, foto bebas artinya foto tersebut sudah diresize (bukan ukuran asli)

  14. Saya juga selalu berusaha menambahkan foto dalam setiap postingan saya di blog. Meskipun belum semua, karena beberapa postingan saya buat di handphone :-)

    Dan kebanyakan tidak saya upload i hosting saya melainkan diimport dari Picasa. Maklum space nya terbatas, hehe

  15. blog saya penuh dengan gambar ukuran yang besar di setiap postingan tanpa peduli berhubungan dengan postingan atau tidak. bodoh amat!

    • Yeah, benar, bodoh amat…
      bodoh amat orang lain mau berkunjung atau tidak, apalagi membaca konten yang ada…
      Ini blog saya, bodoh amat…

      hmm, bodoh amat…

  16. Setuju…pemasangan gambar agar menarik harus ada kaitannya dengan isi tulisan.

  17. MAKASIH INFONYA SALAM KENAL DARI AKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s