Sindoro Yuhhuuu

Yeah! Sindoro sebuah gunung berapi yang sudah mati tipe strato ini terletak di daerah Jawa Tengah. Tepatnya di pertbatasan kabupaten Temanggung dan Wonosobo. Gunung setinggi 3128 meter dari permukaan laut ini masih satu kompleks pegunungan dengan gunung Sumbing dan sering juga disebut SuSi (Sumbing SIndoro) atau pendakian triple S atau Slamet, Sumbing, Sindoro (ada juga yang menganggap gunung Slamet masih satu kompleks).

Medan pendakian Gunung Sindoro terdiri dari jalan datar berbatu dan jalan setapak berkerikil yang dapat membuat kaki tergelincir. Gunung Sindoro adalah salah satu gunung paling tandus di Jawa. Hal ini dikarenakan pembukaan lahan pertanian tembakau besar-besaran yang dilakukan oleh penduduk sekitar. Saat melakukan pendakian (aku melalui jalur pedakian Garung) sepanjang perjalanan yang dijumpai hanya pertanian tembakau. Hutan yang tersisa hanyalah hutan lamtoro sebelum sabana. Sayang sekali karena Gunung Sindoro adalah salah satu sumber air Kali Progo yang mengairi daerah Temanggung, Magelang, dan Yogyakarta.

Meskipun tandus, tetapi pemandangan dari Gunung Sindoro tidaklah begitu mengecewakan. Jika kita menggunakan jalur dari Garung, kita dapat melihat Gunung Merapi, Merbabu, Lawu, dan Sumbing yang sangat memukau. Selain itu, seperti halnya di puncak-puncak gunung, sejauh mata memandang yang terlihat adalah garis cakrawala yang memisahkan langit dan bumi…

Foto ini adalah gunung Sindoro secara keseluruhan yang diambil dari Pasar Setan (Jalur pendakian di gunung Sumbing) pada pagi hari setelah matahari terbit. Salah satu pemandangan yang menakjubkan adalah terlihatnya bayang-bayang gunung yang menutupi daratan pada saat matahari terbit. Puncak Sindoro terlihat datar dan luas. Puncak SIndoro beriklim stepa dengan vegetasi rumput dan tumbuhan kerdil. Selain itu, di puncak Sindoro juga terdapat bunga Edelweiss yang berwarna kuning seperti bunga kol. Puncak Sindoro adalah sebuah bekas kawah gunung yang berbentuk seperti sumur yang sangat besar (kira-kira sebesar lapangan bola) dan terdapat akses jalan untuk turun ke dasar kawah.

Advertisements

7 responses to “Sindoro Yuhhuuu

  1. wah.. indah sekali… back to nature… it’s a wonderfull life 🙂

  2. tiang bendera di lapangan puncak itu masih kah ?

  3. Haiyah… Merapi dan Merbabu oke… Sindoro belum… Sumbing juga… T___T

  4. @ azaxZzZ
    yeah! itu adalah keindahan yang dilihat oleh orang2x berani haha
    @ sayurZzZ
    nggak kayaknya
    @ haruhi-ism
    besok2x lah…

  5. selamatkan bumi!

    Wuisss, indah banget tuch, bagi2 info lagi yah tentang hiking n seputar alam. thx, salam kenal juga

    seishiro
    bumikutercinta.wordpress.com

  6. Kalau bunga edelweiss itu kira2 mulai bisa tumbuh di ketinggian berapa ya?? Kalau nama Indonesianya apa ya?? Sebab saya sangka dulu sekali bunga edelweiss hanya ada di Eropa nggak tahunya di Indonesia juga banyak, tetapi herannya kenapa saya tidak pernah mendengar istilah Indonesianya untuk bunga edelweiss ya?? Hehehe…

  7. Wah pokonya ingiiiin kesana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s