Category Archives: caving

Sebuah Keindahan di Bawah Tanah (Goa Cerme)

Goa Cerme adalah sebuah goa wisata yang terletak di daerah imogiri kira-kira 20km ke selatan kota Yogyakarta. Meskipun ‘hanya’ sebuah goa wisata bertipe horizontal yang berarti kurang sip buat bertualang, goa cerme memiliki ornamen-ornamen yang sangat mengagumkan. Ornamen goa cerme sangat beragam mulai dari stalaktit, stalagmit, pilar (stalatit & stalagmit yang menyatu), Flowstone (batu yang terbentuk karena aliran air) dan speleotherm lainnya yang nggak hafal namanya. Salah satu yang istimewa adalah terdapat sebuah batu yang menampung air paling jernih didunia (zzz) yang sering juga disebut air zam-zam-zzz nya goa cerme.

Meskipun sudah 3 kali ke goa ini, aku tetap kagum dengan keindahannya. Ada juga sebuah batu besar yang menggantung seperti jamur dan berkilau saat disinari dengan senter sangat memukau. Hanya satu hal yang disayangkan yaitu dengan dibukanya goa ini sebagai goa wisata, banyak sekali kerusakan yang terjadi. Para wisatawan kebanyakan tidak berhati-hati saat menyusuri goa. Hal ini berarti merusak kualitas air goa. Selain itu banyak sekali speleotherm goa yang sengaja dirusak atau dicuri seperti ujung-ujung stalagmit yang digergaji ada juga yang membuang sampah sembarangan. parah…

Yeah semoga kedepannya orang-orang sadar kalau menyusuri goa ada semacam etika-etika tertentu. Yaitu meminimalisir segala macam hal yang dapat mengganggu atau merusak ekosostem gua baik unsur biotik maupun abiotiknya…

ini adalah foto saat aku menyusuri goa minggu 18 mei kemaren:


batu air zam-zam


speleotherm yang spektakuler (nggak tahu namanya)


pura-pura dalem padahal cuma selutut

Pengangkatan Air Gua Plawan

Rencananya semester pendek ini mau ikutan KKN Tematik pengangkatan air gua plawan. Berikut ini adalah informasi dan sejarah tentang Gua Plawan..


– Saluran air gua plawan


-Flowstone & Instalasi Pompa

Gua Plawan adalah salah satu gua yang memiliki potensi air bawah tanah. Gua Plawan secara administrasi terletak di Dusun Gabuk, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Mulut Luweng Plawan terletak pada koordinat 428466 UTM 9113013. Luweng Plawan berada di lembah doline pada elevasi 290 m dpl. Sumber air yang ada di luweng Plawan merupakan aliran sungai bawah permukaan dengan arah aliran dari timur laut ke barat daya, dengan debit kurang lebih 40 l/dt, bermuara ke Samudera Indonesia. Kuantitas air yang besar tersebut potensial untuk dikembangkan sebagai air baku guna memenuhi dua desa yaitu Desa Giricahyo pada elevasi 350 m dpl dan Desa Giripurwo pada elevasi 230 m dpl, yang mencakup 1000 kepala keluarga. Jarak dari Luweng Plawan ke pemukiman terdekat 500 m (Dokmiri dan Gabug), terjauh 3000 m (Sempu, Jaguran).
Luweng Plawan dapat dijangkau melalui dua alternatif jalan pertama dari Pantai Parangtritis melalui jalan ke arah Panggang jalan beraspal mulus, sampai simpang ke hotel South Queen belok ke kanan mengikuti jalan makadam (ke arah Gua Langse), jalan mendaki bukit cukup terjal, kurang lebih 1,5 km. Lokasi luweng Plawan pada sisi kiri jalan di lembah doline. Lintas antara Siluk-kota Kecamatan Panggang dan simpang ke arah pantai Parangtritis dari jalan utama masuk mengikuti jalan setapak ke arah timur kurang lebih 200 m menuju lembah doline, jalan alternatif ke dua dari arah panggang ke barat desa Giricahyo, yang tepatnya adalah selatan dari dusun Gabug, kondisi jalan makadam dan menuruni bukit (Yayasan Acintyacunyata Yogyakarta dan Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, 2004
Data pemetaan gua oleh tim Inggris dari tahun 1982-1984 ditemukan gua-gua yang memiliki potensi air gua. Usaha pengangkatan air gua pun dilakukan untuk memecahkan masalah kekeringan. Gua Gilap, Jomblang, Bribin, Ngobaran, dan Seropan adalah beberapa gua yang telah diusahakan (ASC, 1999). Spesifikasi gua yang telah diusahakan di antaranya :Pada Gua Cerme yang terletak di Dusun Ploso, Desa Giritirto, Kecamatan Panggang, pengangkatan air gua dilakukan dengan menggunakan energi panas matahari yang diproses dari solar cell dan sistem pompa air fotovoltaik. Teknologi ini merupakan hasil penelitian BPPT. Air dengan debit 5 liter perdetik ditampung dalam 1 reservoir di daerah Panggang yang mampu melayani kebutuhan air untuk Dusun Ploso.Pada Gua Pego yang terletak di Dusun Wonolagi, Desa Giriasih, Kecamatan Purwosari, pengangkatan air gua dilakukan dengan energi listrik suplai PLN. Air ditampung dalam reservoir berupa bak air dengan volume 40m3 di Desa Giriarsih yang mampu melayani kebutuhan air 3 dusun, yaitu Wonolagi, Ngoro-oro dan Trasih.Pada Gua Ngobaran yang terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Paliyan, pengangkatan air gua dilakukan dengan energi listrik PLN. Potensi debit air bawah tanah di Gua Ngobaran mencapai 120 liter perdetik, dan dimanfaatkan 80 liter perdetik, ditampung dalam 2 reservoir masing-masing berkapasitas 500m3. Gua Ngobaran mampu melayani kebutuhan air 56.629 jiwa yang terletak di 14 desa.Pada Gua Seropan, debit pengangkatan yang mencapai 800 liter perdetik diperuntukan bagi pelayanan umum; 240 liter perdetik untuk air minum, 60 liter perdetik untuk irigasi, dan direncanakan 40 liter perdetik untuk daerah Wonogiri. Air ditampung dalam dua buah reservoir berkapasitas 500m3 di Desa Nggombang yang mampu melayani kebutuhan air tujuh desa.Pada Gua Bribin yang terletak di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, pengangkatan air gua dilakukan dengan membendung aliran sungai bawah tanah untuk mendapatkan beda tinggi rancangan yang dapat menggerakan turbin untuk mengangkat air ke atas permukaan. Air dengan debit 80-100 liter perdetik akan dialirkan ke sistem Penyediaan Air Bersih Bribin yang mampu melayani kebutuhan air 6000 kepala keluarga.

http://airguaplawan.net/

Setelah yakin dengan lokasi KKN, aku melakukan survey lapangan langsung ke obyek utama dari program KKN ini yaitu goa plawan. Ternyata Gua Plawan adalah sebuah gua vertikal yang memiliki jalur multipitch. Tetapi proses penurunan gua tidak menggunakan SRT seperti prosedur standardnya melainkan menggunakan tangga besi dengan pengaman hanya menggunakan webbing dan cowstail saja (Gak ada aman2nyaSAmasekali!!). Entah berapa kedalamannya yang pasti pada pitch pertama nemiliki kedalaman sekitar 50 meter dan pitch kedua memiliki kedalaman 20 meter (kira-kira…). Setelah melewati pitch kedua terdapat chamber sempit yang berwijud sungai bawah tanah dengan arus yang cukup deras. Ornamen Gua terdiri dari flowstone dan debris? selain itu terdapat beberapa hewan seperti walet dan kelelawar.