Category Archives: pikiran hari ini

Hari Tanpa Tembakau Sedunia? So What GItu Loh???

Heheh tanggal 30 kemarin kita memperingati hari tembakau sedunia.. Kita??? hah aku juga baru tahu kalau hari tanpa tembakau tuh jatuh pada 30 mei.. Lalu apa masalahnya? yeah buat orang yang tidak merokok dan mereka yang “membenci” orang-orang perokok pasti akan dengan sangat senang dan bersemangat mengatakan “matikan rokokmu!!!!” ada juga beberapa mahasiswa yang berkampanye “anti rokok” dengan membagikan tablet vitamin C untuk mengganti rokok.. heheh…

Jujur saja aku sama-sekali nggak peduli sama hari tanpa tembakau sedunia. Emang kadangkala rokok menjadi sangat mengganggu contohnya saat di ruang ber AC tetapi kebanyakan orang menentang para perokok dengan alasan kesehatan ini-itu lah, bisa kanker lah, bisa mandul dsb. Pokoknya intinya mereka para bukan perokok membenci perokok !!!!

Hehehe kayaknya tulisannya nggak terkonsep nih. Disini aku hanya ingin menulis sedikit pembelaan tentang rokok dan merokok itu sendiri. Bukannya mau bersilang pendapat dengan komunitas anti rokok & tembakau sedunia (males banget).

Sebagai seorang perokok, aku sudah banyak mengerti tentang produk rokok yang ada di dunia ini. Terdapat 3 macam rokok yang populer yaitu rokok putih, rokok kretek (clove cigar), dan cerutu. Dalam hal ini aku mau menceritakan tentang rokok kretek. Rokok kretek adalah sebuah produk ASELI buatan Indonesia. DItemukan oleh H. Muh. Sirodz di kudus kira-kira 1802 yang merasa dadanya sakit saat merokok sigaret putih. Sehingga ditambahkan rajangan bunga cengkeh di dalam rokok yang dapat menekan rasa sakit karena kandungan Eugenolnya.
Dalam perkembangannya sekarang, rokok kretek mulai mendunia. Bahkan beberapa perusahaan asing mulai mengincar teknologi kretek Indonesia. Contohnya adalah Philip Morris (produsen Marlboro) yang membeli Pabriknya H.M Sampoerna (yang membuat Dji Sam Soe) dan memunculkan rokok Marlboro Kretek (yg rasanya nggak enak.. hehe). Padahal Sampoerna adalah produsen rokok kretek yang memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia hikz..

Mungkin orang menjadi anti rokok karena beberapa isu tentang penyakit yang ditimbulkannya (seperti pada peringatan pemrintah) tetapi sebenarya tidak ada penelitian yang dengan tegas menyebutkan bahwa rokok dapat menyebabkan kematian. Berita bahwa tiap hari ada beberapa ribu orang meninggal karena merokok bagiku hanyalah bohong belaka. Kandungan TAR dalam asap rokok masih sangat rendah dat tidak berbahaya jika dibandingkan Partikel nano yang terkandung dalam asap kendaraan bermotor. Kalau begitu kira-kira berapa ratus ribu orang yang mati tiap hari karena asap Knalpot?? (heh kecuali kalau si perokok begitu tolol nekat merokok di pom bensin)

Yeah itu tadi beberapa pikiran dan racauanku hari ini.. (lagi pusing ujian hehe) ini bukannya sebuah deklarasi perang terhadap kaum anti rokok tetapi hanya penjelasan kecil yang hampir nggak berguna sama sekali.. hehe yang ngrokok tetep ngrokok yang anto rokok tetep anti rokok.. But One thing for sure.. Viva la Indonesian Kretek Cigarette.. hore hore hore…

Advertisements

Pemikiranku Hari Ini

Saat jalan-jalan di kota (sesuatu yang jarang kulakukan ๐Ÿ™‚ pada malam hari, aku begitu takjub melihat pemandangan kotaku. Yogyakarta di waktu malam sungguh sangat gemerlap. Jejeran lampu-lampu hias menerangi jalan-jalan kota yogyakarta di waktu malam menyaingi lampu-lampu baliho atau penerangan jalan umum. Apalagi kalau kita lihat di pusat kota hampir nggak ada bedanya dengan siang hari saking terangnya.


– jl jenderal sudirman yogyakarta

Sekarang dapat kita lihat dalam foto, ada berapa lampu penerangan jalan di sana? kira-kira ada 3 buah lampu penerangan jalan umum, ditambah lampu hias, dan masih ada lampu reklame. Memang kalau dilihat dari kegunaannya, lampu-lampu tersebut memiliki nilai guna tetapi sejauh mana nilai guna dari lampu-lampu tersebut? apakah sebanding dengan jumlah energi yang dikeluarkan yang sebanding dengan nilai pajak yang harus dibayar masyarakat?

Cukup ironis memang, ditengah-tengah isu krisis energi yang melanda Indonesia terutama soal energi listrik, bangsa ini justru malah dengan enaknya menghambur-hamburkan energi listrik. Menurut saya pemasangan aneka macam lampu-lampu untuk menghias jalan raya adalah sebuah pemborosan yang sia-sia. Adanya lampu hias di jalanan memang membuat pemandangan kota menjadi semakin indah. Yang menjadi masalah adalah apakah kita memang sudah membutuhkannya? atau apakah kita memang sudah benar-benar memiliki kelebihan energi (listrik) yang dapat dialokasikan untuk menyalakan lampu-lampu hias?

Tidak hanya pada lampu-lampu hias saja penghamburan energi dilakukan. Pada suatu hari seorang teman pernah memberi nasihat (saat aku sedang membakar roti :). Dia bilang “Untuk apa roti itu dibakar? roti itu kan makanan yang siap makan, kalau ketela kamu bakar itu masih wajar. Coba pikirkan berapa energi yang terbuang percuma untuk membakar roti…” Hah kesannya memang sangat sepele tetapi perkataannya ada benarnya juga..

Bagaimana dengan Pemanasan Global? Sampai saat ini, kebutuhan listrik Indonesia masih ditopang oleh pembangkit listrik berbahan bakar fossil yang jelas-jelas memberikan kontribusi besar terhadap polusi udara dan emisi gas rumah kaca di atmosfer. Karena pembuatan PLTN di gunung muria manemui kegagalan, untuk pasokan listriknya Indonesia terpaksa mambangun PLTU atau PLTD yang lebih banyak karena penyediaan listri dengan cara lain seperti HEP, Solar cell, atau aerogenerator dirasa kurang mencukupi. Hal ini berarti investasi yang besar, polusi, dan emisi yang besar hanya untuk menyediakan listrik yang sering sekali digunakan dengan kurang bijaksana.

Ah.. hari ini panas sekali.. kayaknya kalau pakai AC enak nih…