ANTI FLAG — PROTEST SONG

downloadzzz (.mp4)
download(.mp3)

And so the time has finally come!
The bourgeoisie has signed the war decree with proletariat blood!
And that blood which flows from their pen
Is the closest that they’ve ever been to the people!
You’ve been to our shows!
You’ve sung our songs!
Now we’re asking you to add to each chorus you’ve sung and…

Protest!… Against!… Injustice!… State terror!…
On the streets of the world for the disempowered!
You’ve sung at our shows,
Cheered right over wrong.
Now it’s time to hit the streets,
Back up those words you’ve sung!
Because our voices alone this time will not get it done…

Looking to stop a rogue regime?
Well the first one that we must confront is Washington, D.C.!
The Bush “terror war:” unconstitutional, unconscionable!
We refuse to let him kill, in our name, for oil!
We know their game,
Know they’re corrupt!
It’s up to us to hit the streets — time to take our rights back!

Protest!… Against!… Injustice!… State terror!…
On the streets of the world for the disempowered!
You’ve sung at our shows,
Cheered right over wrong!
Now it’s time to hit the streets,
Back up those words you’ve sung!
Because our voices alone this time will not get it done…
Because the people, united will get it done!

Protest!… Against!… Injustice!… State terror!…
On the streets of the world for the disempowered!

Protest!… Against!… Injustice!… State terror!…
On the streets of the world for the disempowered!

Protest!… Against!… Injustice!… State terror!…
On the streets of the world for the disempowered!

Protest!… Against!… Injustice!… State terror!…
On the streets of the world for the disempowered!

Anti-Flag.. Sebuah band punk yang mengusung aliran rock asal Pensylvania. Mengusung lagu-lagu dengan lirik yang sangat provokatif dan menghujat terutama terhadap pemerintahan Amerika Serikat..
anti-flag.com

Keisenganku Hari Ini…


– Iseng-iseng nongkrong di gerbang perbatasan kabupaten Purworejo & Kebumen.. Gerbang ini terletak di jalan provinsi Jogja-Jakarta..


– Iseng-iseng nongkrong di jembatan kereta api . Jembatan ini adalah peninggalan sejak jaman belanda. terletak di jalur KA Jogja-Jakarta..

Stars – Celebration Gun

so tomorrow there will be another number
for the one who had a name
a desert wind and a perverse desire to win
history buried in shame

chorus:
are those beating drums
celebration guns
the thunder and the laughter
the last thing they remember

and then the next day
how will you know your enemy
by their colour or your fear
one by one you can cage them
in your freedom
make them all disappear

chorus

goodnight, sleep light, stranger (repeat)

Pemikiranku Hari Ini

Saat jalan-jalan di kota (sesuatu yang jarang kulakukan ๐Ÿ™‚ pada malam hari, aku begitu takjub melihat pemandangan kotaku. Yogyakarta di waktu malam sungguh sangat gemerlap. Jejeran lampu-lampu hias menerangi jalan-jalan kota yogyakarta di waktu malam menyaingi lampu-lampu baliho atau penerangan jalan umum. Apalagi kalau kita lihat di pusat kota hampir nggak ada bedanya dengan siang hari saking terangnya.


– jl jenderal sudirman yogyakarta

Sekarang dapat kita lihat dalam foto, ada berapa lampu penerangan jalan di sana? kira-kira ada 3 buah lampu penerangan jalan umum, ditambah lampu hias, dan masih ada lampu reklame. Memang kalau dilihat dari kegunaannya, lampu-lampu tersebut memiliki nilai guna tetapi sejauh mana nilai guna dari lampu-lampu tersebut? apakah sebanding dengan jumlah energi yang dikeluarkan yang sebanding dengan nilai pajak yang harus dibayar masyarakat?

Cukup ironis memang, ditengah-tengah isu krisis energi yang melanda Indonesia terutama soal energi listrik, bangsa ini justru malah dengan enaknya menghambur-hamburkan energi listrik. Menurut saya pemasangan aneka macam lampu-lampu untuk menghias jalan raya adalah sebuah pemborosan yang sia-sia. Adanya lampu hias di jalanan memang membuat pemandangan kota menjadi semakin indah. Yang menjadi masalah adalah apakah kita memang sudah membutuhkannya? atau apakah kita memang sudah benar-benar memiliki kelebihan energi (listrik) yang dapat dialokasikan untuk menyalakan lampu-lampu hias?

Tidak hanya pada lampu-lampu hias saja penghamburan energi dilakukan. Pada suatu hari seorang teman pernah memberi nasihat (saat aku sedang membakar roti :). Dia bilang “Untuk apa roti itu dibakar? roti itu kan makanan yang siap makan, kalau ketela kamu bakar itu masih wajar. Coba pikirkan berapa energi yang terbuang percuma untuk membakar roti…” Hah kesannya memang sangat sepele tetapi perkataannya ada benarnya juga..

Bagaimana dengan Pemanasan Global? Sampai saat ini, kebutuhan listrik Indonesia masih ditopang oleh pembangkit listrik berbahan bakar fossil yang jelas-jelas memberikan kontribusi besar terhadap polusi udara dan emisi gas rumah kaca di atmosfer. Karena pembuatan PLTN di gunung muria manemui kegagalan, untuk pasokan listriknya Indonesia terpaksa mambangun PLTU atau PLTD yang lebih banyak karena penyediaan listri dengan cara lain seperti HEP, Solar cell, atau aerogenerator dirasa kurang mencukupi. Hal ini berarti investasi yang besar, polusi, dan emisi yang besar hanya untuk menyediakan listrik yang sering sekali digunakan dengan kurang bijaksana.

Ah.. hari ini panas sekali.. kayaknya kalau pakai AC enak nih…

Sindoro Yuhhuuu

Yeah! Sindoro sebuah gunung berapi yang sudah mati tipe strato ini terletak di daerah Jawa Tengah. Tepatnya di pertbatasan kabupaten Temanggung dan Wonosobo. Gunung setinggi 3128 meter dari permukaan laut ini masih satu kompleks pegunungan dengan gunung Sumbing dan sering juga disebut SuSi (Sumbing SIndoro) atau pendakian triple S atau Slamet, Sumbing, Sindoro (ada juga yang menganggap gunung Slamet masih satu kompleks).

Medan pendakian Gunung Sindoro terdiri dari jalan datar berbatu dan jalan setapak berkerikil yang dapat membuat kaki tergelincir. Gunung Sindoro adalah salah satu gunung paling tandus di Jawa. Hal ini dikarenakan pembukaan lahan pertanian tembakau besar-besaran yang dilakukan oleh penduduk sekitar. Saat melakukan pendakian (aku melalui jalur pedakian Garung) sepanjang perjalanan yang dijumpai hanya pertanian tembakau. Hutan yang tersisa hanyalah hutan lamtoro sebelum sabana. Sayang sekali karena Gunung Sindoro adalah salah satu sumber air Kali Progo yang mengairi daerah Temanggung, Magelang, dan Yogyakarta.

Meskipun tandus, tetapi pemandangan dari Gunung Sindoro tidaklah begitu mengecewakan. Jika kita menggunakan jalur dari Garung, kita dapat melihat Gunung Merapi, Merbabu, Lawu, dan Sumbing yang sangat memukau. Selain itu, seperti halnya di puncak-puncak gunung, sejauh mata memandang yang terlihat adalah garis cakrawala yang memisahkan langit dan bumi…

Foto ini adalah gunung Sindoro secara keseluruhan yang diambil dari Pasar Setan (Jalur pendakian di gunung Sumbing) pada pagi hari setelah matahari terbit. Salah satu pemandangan yang menakjubkan adalah terlihatnya bayang-bayang gunung yang menutupi daratan pada saat matahari terbit. Puncak Sindoro terlihat datar dan luas. Puncak SIndoro beriklim stepa dengan vegetasi rumput dan tumbuhan kerdil. Selain itu, di puncak Sindoro juga terdapat bunga Edelweiss yang berwarna kuning seperti bunga kol. Puncak Sindoro adalah sebuah bekas kawah gunung yang berbentuk seperti sumur yang sangat besar (kira-kira sebesar lapangan bola) dan terdapat akses jalan untuk turun ke dasar kawah.

Tentang Teman

Teman adalah tempat untuk bersandar (–kayak iklan sampurna ijo..)
Teman adalah orang yang senantiasa mau membantu.. (–PMP abizzz)
Teman adalah orang yang selalu bersama-sama dengan kita (–gak mesti)

Selama ini kita selalu berfikir menginginkan seorang teman yang sempurna
Selama ini kita selalu berfikir menginginkan seseorang menjadi teman yang sempurna
Selama ini kita selalu brfikir ingin memiliki teman yang sempurna

Tetapi kita jarang berfikir tentang bagaimana menjadi seorang teman yang sempurna
Tetapi kita jarang berfikir dan berusaha untuk menjadi seorang teman yang sempurna

ZzZ… Ngantuk…
ah lagi musim ujian… males main-main… ZzZ…
hhh… kayaknya dah mulai meracau nih

Saat itu hampir pukul 12 malam ketika aku mambangunkan temanku di base camp. “Ayo kita berangkat” kataku.. “Sebentar aku ambil tas dulu..” jawab temanku.. Hari itu adalah hari terakhir dari acara diklatsar mapala dan kami berencana mempersiapkan pelantikan. Pelantikan akan dilaksanakan di Dam bawah Kalikuning Merapi. Kondisi panitia sudah sangat kelelahan baik fisik maupun mental ditambah cuaca buruk…

Dan pada saat itu terjadi miskoordinasi antara panitia pelantikan dan penanggungjawab lapangan. Karena tidak ada jaringan telefon dan komunikasi lain, aku dan temanku itu berniat kembali ke base camp. Kami naik dari jurang yang dalamnya kira kira 50 meter kemudian berlari menuju base camp sejauh 2 kilometer diguyur hujan lebat di tengah malam.. Kondisi sangat kacau, Aku tidak dapat membayangkn kondisi peserta diklat saat itu..

Sambil berlari aku bertanya pada temanku.. “Hey bagaimana menurutmu kondisi saat ini?”.. “Hehe biasa saja..” jawabnya. “Hmm.. Coba kalau kamu sendirian” kataku dan kamipun hanya tersenyum sambil terus berlari…

Karena saat-saat terbaik adalah kehadiran seorang Teman di saat-saat terburuk…..


— situasi setelah pelantikan. semuanya terlihat senang walau berantakan.. setelah meewati malam yang sangat melelahkan. heheh.. kuhisap rokok kemenanganku.. gudang garam filter ZzZ…

Pengangkatan Air Gua Plawan

Rencananya semester pendek ini mau ikutan KKN Tematik pengangkatan air gua plawan. Berikut ini adalah informasi dan sejarah tentang Gua Plawan..


– Saluran air gua plawan


-Flowstone & Instalasi Pompa

Gua Plawan adalah salah satu gua yang memiliki potensi air bawah tanah. Gua Plawan secara administrasi terletak di Dusun Gabuk, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Mulut Luweng Plawan terletak pada koordinat 428466 UTM 9113013. Luweng Plawan berada di lembah doline pada elevasi 290 m dpl. Sumber air yang ada di luweng Plawan merupakan aliran sungai bawah permukaan dengan arah aliran dari timur laut ke barat daya, dengan debit kurang lebih 40 l/dt, bermuara ke Samudera Indonesia. Kuantitas air yang besar tersebut potensial untuk dikembangkan sebagai air baku guna memenuhi dua desa yaitu Desa Giricahyo pada elevasi 350 m dpl dan Desa Giripurwo pada elevasi 230 m dpl, yang mencakup 1000 kepala keluarga. Jarak dari Luweng Plawan ke pemukiman terdekat 500 m (Dokmiri dan Gabug), terjauh 3000 m (Sempu, Jaguran).
Luweng Plawan dapat dijangkau melalui dua alternatif jalan pertama dari Pantai Parangtritis melalui jalan ke arah Panggang jalan beraspal mulus, sampai simpang ke hotel South Queen belok ke kanan mengikuti jalan makadam (ke arah Gua Langse), jalan mendaki bukit cukup terjal, kurang lebih 1,5 km. Lokasi luweng Plawan pada sisi kiri jalan di lembah doline. Lintas antara Siluk-kota Kecamatan Panggang dan simpang ke arah pantai Parangtritis dari jalan utama masuk mengikuti jalan setapak ke arah timur kurang lebih 200 m menuju lembah doline, jalan alternatif ke dua dari arah panggang ke barat desa Giricahyo, yang tepatnya adalah selatan dari dusun Gabug, kondisi jalan makadam dan menuruni bukit (Yayasan Acintyacunyata Yogyakarta dan Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, 2004
Data pemetaan gua oleh tim Inggris dari tahun 1982-1984 ditemukan gua-gua yang memiliki potensi air gua. Usaha pengangkatan air gua pun dilakukan untuk memecahkan masalah kekeringan. Gua Gilap, Jomblang, Bribin, Ngobaran, dan Seropan adalah beberapa gua yang telah diusahakan (ASC, 1999). Spesifikasi gua yang telah diusahakan di antaranya :Pada Gua Cerme yang terletak di Dusun Ploso, Desa Giritirto, Kecamatan Panggang, pengangkatan air gua dilakukan dengan menggunakan energi panas matahari yang diproses dari solar cell dan sistem pompa air fotovoltaik. Teknologi ini merupakan hasil penelitian BPPT. Air dengan debit 5 liter perdetik ditampung dalam 1 reservoir di daerah Panggang yang mampu melayani kebutuhan air untuk Dusun Ploso.Pada Gua Pego yang terletak di Dusun Wonolagi, Desa Giriasih, Kecamatan Purwosari, pengangkatan air gua dilakukan dengan energi listrik suplai PLN. Air ditampung dalam reservoir berupa bak air dengan volume 40m3 di Desa Giriarsih yang mampu melayani kebutuhan air 3 dusun, yaitu Wonolagi, Ngoro-oro dan Trasih.Pada Gua Ngobaran yang terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Paliyan, pengangkatan air gua dilakukan dengan energi listrik PLN. Potensi debit air bawah tanah di Gua Ngobaran mencapai 120 liter perdetik, dan dimanfaatkan 80 liter perdetik, ditampung dalam 2 reservoir masing-masing berkapasitas 500m3. Gua Ngobaran mampu melayani kebutuhan air 56.629 jiwa yang terletak di 14 desa.Pada Gua Seropan, debit pengangkatan yang mencapai 800 liter perdetik diperuntukan bagi pelayanan umum; 240 liter perdetik untuk air minum, 60 liter perdetik untuk irigasi, dan direncanakan 40 liter perdetik untuk daerah Wonogiri. Air ditampung dalam dua buah reservoir berkapasitas 500m3 di Desa Nggombang yang mampu melayani kebutuhan air tujuh desa.Pada Gua Bribin yang terletak di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, pengangkatan air gua dilakukan dengan membendung aliran sungai bawah tanah untuk mendapatkan beda tinggi rancangan yang dapat menggerakan turbin untuk mengangkat air ke atas permukaan. Air dengan debit 80-100 liter perdetik akan dialirkan ke sistem Penyediaan Air Bersih Bribin yang mampu melayani kebutuhan air 6000 kepala keluarga.

http://airguaplawan.net/

Setelah yakin dengan lokasi KKN, aku melakukan survey lapangan langsung ke obyek utama dari program KKN ini yaitu goa plawan. Ternyata Gua Plawan adalah sebuah gua vertikal yang memiliki jalur multipitch. Tetapi proses penurunan gua tidak menggunakan SRT seperti prosedur standardnya melainkan menggunakan tangga besi dengan pengaman hanya menggunakan webbing dan cowstail saja (Gak ada aman2nyaSAmasekali!!). Entah berapa kedalamannya yang pasti pada pitch pertama nemiliki kedalaman sekitar 50 meter dan pitch kedua memiliki kedalaman 20 meter (kira-kira…). Setelah melewati pitch kedua terdapat chamber sempit yang berwijud sungai bawah tanah dengan arus yang cukup deras. Ornamen Gua terdiri dari flowstone dan debris? selain itu terdapat beberapa hewan seperti walet dan kelelawar.